Thursday, 1 November 2007

Timnas bola-ku ada harapan, PSSI aku malu

Sepertinya gatel telinga kalau denger kata PSSI. Antara harapan, rasa benci, jijik,lucu semua berkecamuk jadi satu. Ingin tertawa tapi sedih, sebaliknya ingin menangis sedih tapi melihat permainan anak-anak Indonesia di tim nasional baik junior atau senior serasa ada harapan yang sangat besar untuk melihat bangsa ini bangga suatu saat nanti, jadi bingung harus gimana?

Sejak Nurdin Halid terpilih jadi ketua umum PSSI, banyak kontroversial muncul dari senayan. Beberapa kasus korupsi yang membawa nama sang ketua cukup membuat publik sepakbola nasional malu, masa koruptor jadi ketua umum?

Ini suara saya, demi kemajuan sepakbola nasional mundurlah pak Nurdin, saya malu olahraga populer negeri ini di ketuai oleh seorang koruptor!!!

Yang membuat semakin lucu, "pentolan-pentolan" di senayan malah membela si Nurdin dengan beribu alasan. Nugraha Besoes, salah satu orang TUA (dan tidak tau malu) di kepengurusan PSSI angkat bicara dan membela orang yang memberinya kedudukan di PSSI. "berpatokan pada ucapan Sep Blatter pada Juni lalu, soal ketua umum PSSI saya serahkan sepenuhnya kepada PSSI"

Ini suara saya dan banyak orang Indonesia yang cinta bola, kang mas Nugraha...cari kerja lain aja deh, jangan hancurin sepakbola kami...kami ingin maju kang masss...sebaiknya yang tua-tua dan tidak tahu malu seperti mas Nugraha pensiun saja, pulang kampung dan ngurusi sawah warisan mbah kakung...eh, kang mas kan udah mbah2 yah? hehehe...

AKU CINTA INDONESIA...beri kesempatan yang muda dengan pemikiran2 dan idealisme...
jangan hancurkan SEPAKBOLAKU...INDONESIAKU...

Denger2 kalo ga ada pemilihan ketua umu PSSI yang baru, FIFA siap menjatuhkan sanksi kepada PSSI yang berarti menjatuhkan sanksi kepada seluruh rakyat Negeri ini yang amat sangat memilki harapan besar tim nasionalnya berprestasi.

Isin aku....